Answers (1)
Pola angka ini merupakan kombinasi dari dua operasi yang berbeda secara berselang-seling. Mari kita bedah urutannya:
Analisis Pola
-
Langkah 1 (Suku ke-1 ke suku ke-2):
$2 \times 1 = 2$ (Dikalikan dengan 1)
-
Langkah 2 (Suku ke-2 ke suku ke-3):
$2 + 10 = 12$ (Ditambah dengan 10)
-
Langkah 3 (Suku ke-3 ke suku ke-4):
$12 - 2 = 10$ (Dikurangi dengan 2)
Jika kita mengikuti logika pengulangan atau mencari hubungan berikutnya, kita bisa melihat pola modifikasi angka yang meningkat atau berulang. Namun, ada pola yang lebih umum digunakan dalam deret ini:
-
Urutan Operasi: Perkalian ($\times$), Penjumlahan ($+$), Pengurangan ($-$).
-
Urutan Berikutnya: Kembali ke Perkalian ($\times$) atau mengikuti selisih antar angka.
Penyelesaian
Jika kita melihat selisih antar suku:
-
$2, 2 \rightarrow$ (Selisih $0$)
-
$2, 12 \rightarrow$ (Selisih $+10$)
-
$12, 10 \rightarrow$ (Selisih $-2$)
Pola selisihnya adalah: $0, +10, -2$.
Jika deret ini bersifat simetris atau berulang, langkah berikutnya setelah pengurangan adalah kembali ke penambahan yang lebih besar atau pengulangan pola awal.
Namun, dalam logika deret angka yang sering muncul di tes potensi akademik, pola yang paling mungkin setelah $10$ adalah:
$10 + 10 = 20$ (Mengulang penambahan $10$) atau $10 \times 3 = 30$.
Jika kita melihat pola Langkah 2 ($+10$), maka angka berikutnya yang paling logis adalah: